+62 (061) 88809911 (Hunting)
medan@victorindogroup.com
Read News
Environmentally Friendly Targeted Investment Grows 20%
06 Apr 2015
Environmentally Friendly Targeted Investment Grows 20%
Investment Coordinating Board (BKPM) investment targeting environmentally friendly (green investment as) will grow 20% in 2015. Franky Sibarani, Head of BKPM, said the value of green investment as from 2010 to 2014 is relatively small.
Menurut Franky, dari delapan sektor yang masuk dalam kategori green investment yaitu sektor pertanian, kehutanan, perikanan, panas bumi, industi pengolahan, pengadaan listrik, parawisata pengolahan sampah, dan daur ulang. Dari keseluruhan sektor tersebut nilai investasi green investment sejak 2010 hingga 2014 untuk Penaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 139,12 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar US$ 26,9 miliar. ?Kalau target investasi 2015 ini ada target 14% tentu untuk investasi yang ramah lingkungan harapannya bisa naik 20%,? ujar dia.

Franky mengatakan untuk mencapai target pertumbuhan green investment 20%, pemerintah akan memberikan insentif ke sektor-sektor tersebut.  ?Salah satunya dengan revisi tax allowance dan tax holiday,? kata dia.

Data BKPM menunjukkan pada tahun ini target investasi sebesar Rp 519,5 triliun, terdiri dari Rp 343,7 triliun PMA dan Rp 175,8 triliun dari PMDN.

Luhut Panjaitan, Kepala Staf Kantor Kepresidenan, mengatakan green investment akan memainkan peranan kunci dalam mencapai target investasi ke depan. Menurut Luhut, Pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak akan mengorbankan keramahan lingkungan hanya demi mencapai target pertumbuhan. Menurut dia, target pertumbuhan juga harus berjalan seiring dengan kondisi yang ramah lingkungan.

Saleh Husein, Menteri Perindustrian, mengatakan pemerintah saat ini telah berkomitmen untuk menciptakan industri yang ramah lingkungan.  ?Pemerintah saat ini berkomitmen menurunkan gas kaca sampai dengan 26%,? kata dia.

Menurut Saleh, Kementerian Perindustrian saat ini sudah mulai menerapkan standar industri hijau. Namun baru akan diterapkan secara suka rela. Dalam penerapan kebijakan ini,  pemerintah akan memfasilitasi perusahaan industri untuk memenuhi standar industri hijau dengan memberikan  insentif non fiskal, penguatan fiskal, penguatan kapasitas kelembagaan, dan fasilitas dalam kegiatan promosi.

?Saat ini Kemenperin sudah mulai menerapkan pemberian penghargaan industri hijau kepada perusahaan yang ada di Indonesia, diharapkan dapat meningkatkan perannya dalam mendorong industri nasional yang kompetitif dan meningkatkan kontribusi industri hijau terhadap PDB (Produk Domestik Bruto),? ujar dia.

Minat Investasi

Franky mengatakan meski nilai tukar rupiah dan harga bahan bakar minyak naik turun, tetapi minat  investasi masih sangat tinggi. Ini terbukti dari hasil kunjungan Franky ke beberapa negara, khususnya Asia yang menyatakan minatnya untuk menanamkan investasinya ke Indonesia.

?Perjalannan ke beberapa negara terakhir khususnya di Asia minat investasinya sangat tinggi misalnya Jepang, mereka akan melakukan perluasan. Beberapa perusahaan dari Tiongkok justru masuk dan ada yang diversifikasi masuk ke perikanan, pertanian, dan peternakan,? kata dia.

Menurut Franky, di luar Jepang dan Tiongkok, minat investasi dari negara lain juga masih meningkat. Misalnya Coca cola yang belum lama ini mengajukan  izin prinsip untuk perluasan investasi senilai US$ 500 juta.

?Dan tadi itu investasinya hampir US$ 100 juta itu untuk dua hingga tiga tahun ke depan, yang penting catatan yang masuk ke dalam BKPM itu dipastikan itu terealiasi seperti izin prinsip yang dilakukan oleh Coca Cola US$ 500 juta,? ujar dia.

Franky mengatakan rasio komitmen terhadap realisasi investasi Tiongkok yang saat ini satu berbanding 10 akan diusahakan menjadi tiga dari 10. Begitu juga dengan Jepang yang saat ini 6,5 dari 10 ke depan diusahakan rasionya menjadi delapan dari 10.
Products Category
LATEST NEWS
30 Sep 2015
Indonesia rose four positions in the World Economic Forum's Global Competitiveness Index 2014-2015. Based on the Global ...
06 Apr 2015
Investment Coordinating Board (BKPM) investment targeting environmentally friendly (green investment as) will grow 20% in ...
28 Mar 2015
Minister of Industry (Menperin) Saleh Husin encourage synergy of various parties with actors industrial areas to develop ...
Head Office
Jl. P. Bunaken A3
Kawasan Industri Medan III (KIM 3)
Medan, North Sumatra - Indonesia
Phone. +62 (061) 88809911 (Hunting)
Fax. +62 (061) 88809996
E-mail. medan@victorindogroup.com
Information  Information
Technical Support  Technical Support